Dua Jalan Hidup Dokter


Duh, Ibu dan Ayahku tercinta.
Durhaka kah aku yang begini.
Menghabiskan ratusan juta uang kalian.
Hanya untuk menjadi dokter.

Ketika jadi dokter nanti, aku ingin kaya raya.
Mencari harta sebanyak-banyaknya.
agar bisa membalas semua jasa-jasa kalian.
agar bisa menjadi kebanggaan keluarga.

Di satu sisi aku tidak mau matrealistis.
Aku ingin hidup di jalan Allah,
Menjadi dokter yang tanpa pamrih,
Dan menolong dengan tarif yang murah.

Tapi jika tidak karena harta,
Bagaimana kedua orangtua ku yaa Rab ku?
Bagaimana membalas jasa mereka?
Ketika harta itu mereka anggap segalanya.

Kedurhakaan karena tidak bisa membalas jasa orangtua,
atau kedzoliman terhadap orang lain dengan tarif pengobatan yang mahal.
Aku serahkan pilihan sulit ini kepada Mu ya Allah.
Sesungguhnya aku pasrah pada-Mu atas jalan hidup ku.



0 Komentar:

Poskan Komentar