Mengapa Nama Sulit Diingat


Di tempat kerja atau di sekolah kita sering bertemu dengan banyak orang. Diantara orang-orang tersebut ada yang kita kenal akrab atau hanya sebatas kenal. Tetapi terkadang di suatu waktu kita berpapasan dijalan, atau bertemu dengan seseorang yang pernah kita kenal beberapa tahun yang lalu, tetapi kita lupa dengan namanya. Kita tahu orang tersebut tetapi kita tidak bisa memanggil namanya. Kenapa demikian? Mengapa mengingat nama lebih sulit daripada mengingat wajah?

Nama adalah hal yang sulit diingat oleh otak manusia (Griffin, 2010). Karena selama manusia hidup informasi mengenai nama membanjiri masuk ke otak manusia. Dimulai dari nama keluarga, nama teman, nama artis, nama pemain sepak bola, nama tokoh fiksi seperti di film dan anime, dsb. Seiring berjalannya usia nama akan semakin sulit diingat dan di-recall.

Bukan hanya kita saja, anak-anak yang otak nya masih fresh pun bisa lupa dengan nama seseorang. Otak manusia lebih mudah me-recall gambar dibandingkan dengan kata-kata. Sehingga kita lebih mudah mengingat bentuk dan struktur wajah seseorang dibandingkan nama orang tersebut. Itulah sebabnya ketika kita bertemu seseorang, kita kenal wajahnya tapi lupa akan namanya.

Berdasarkan penelitian (Cohen dan Faulkner, 1986), informasi yang dapat di-recall dengan baik oleh otak manusia mengenai seseorang adalah:
  1. Pekerjaan: 69%
  2. Hobi: 68%
  3. Tempat Tinggal: 62%
  4. Nama Depan: 31%
  5. Nama Belakang: 30%
Otak kita lebih mudah mengingat pekerjaan dan hobi seseorang di bandingkan namanya. Itu karena hal yang umum dan menarik akan lebih mudah disimpan dan di-recall oleh otak kita.

Berdasarkan penelitian lainnya, nama yang umum dipakai banyak orang seperti Asep, Siti, Muhammad, dsb. lebih mudah diingat (James dan Fogler, 2007). Tetapi berdasarkan penelitian lain, nama yang umum dipakai sulit untuk diingat (Griffin, 2010). Masih butuh penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Karena keterbatasan kerja otak manusia, kita butuh trik-trik khusus untuk mengingat seseorang. Berdasarkan penelitian (Fogler et al. 2011), trik untuk mengingat nama adalah dengan mengingat nama panggilan atau nama julukan dari orang tersebut. Sebagai ilustrasi contoh, kita memiliki teman bernama Iqbal. Dia memiliki julukan si Brandal. Ketika kita bertemu dengannya 10 tahun kemudian, maka kita akan lebih mengingat Brandal dibangingkan Iqbal.

Trik lainnya (James, 2004) adalah dengan mengasosiasikan nama seseorang dengan hal khusus dari orang tersebut, atau mengasosiasikan dengan hal khusus yang mudah untuk kita ingat. Contohnya orang dengan nama Toto, kita asosiasikan nama tersebut dengan merk closet toilet sehingga kita mudah mengingatnya. Contoh lain adalah nama Sarah, kita asosiasikan sifat nya yang sering "salah" dengan namanya "Sarah".   

Jadi lain kali ketika kita berpapasan dengan seseorang yang pernah kita kenal, jangan heran bila kita lupa dengan namanya. Semoga trik-trik diatas memudahkan kita mengingat nama seseorang agar mempermudah silaturahmi di kemudian hari.

Sumber: Psyblog

0 Komentar:

Poskan Komentar