Mencegah Pelecehan Oleh Dokter Pria


Ketika membaca berita di internet, saya menemukan artikel mengenai dokter yang melakukan pelecehan terhadap pasiennya. Sungguh teragis memang, tetapi sebenarnya hal ini bisa dicegah. Artikel ini saya tulis untuk memberikan informasi pencegahan kejadian pelecehan antara dokter-pasien.

Bagi para wanita yang menjaga auratnya, tentu risih jika harus berobat pada dokter lawan jenis. Tetapi terkadang ada satu waktu yang tidak bisa terus ditangani oleh dokter wanita. Misalnya karena keadaan darurat atau karena tidak ada dokter wanita didaerah tersebut. Jika situasinya seperti ini, maka apa boleh buat.

Dokter memiliki sumpah profesi untuk menjaga dan tidak melecehkan pasiennya. Akan tetapi, dokter tetaplah seorang manusia. Pasti memiliki nafsu syahwat baik itu dokter pria maupun dokter wanita. Jika sudah ada interaksi antara lawan jenis, baik itu melihat atau meraba, nafsu syahwat secara alamiah akan muncul di setiap manusia.


Tips-tips mencegah pelecehan
Agar mencegah terjadinya pelecehan seksual antara pasien dan dokter, berikut adalah tips-tips pencegahannya:
  • Nafsu tidak akan muncul jika tidak dipancing. Mengenakan pakaian yang seksi bisa menimbulkan hasrat seksual pria. Tetapi jika mengenakan pakaian tertutup dan bersikap wajar, pria akan menjadi sungkan. Hal ini bisa diaplikasikan oleh para wanita jika sedang mengunjungi dokter pria.

  • Tanyakan reputasi dokter yang akan di kunjungi kepada kerabat dekat. Bagaimana dokter tersebut memperlakukan pasien wanitanya? Apakah diperlakukan dengan "genit" atau diperlakukan dengan baik? Biasanya dokter yang pasiennya ramai memiliki reputasi baik.

  • Berkunjunglah ke fasilitas kesehatan yang ramai seperti Puskesmas atau RS. Walaupun ngantri dan diperiksa sebentar, tetapi angka kejadian pelecehannya lebih sedikit dibandingkan dengan di tempat praktek pribadi.

  • Jangan berkunjung ke praktek pribadi dokter pria seorang diri. Rata-rata ruang praktek pribadi dokter adalah ruang tertutup. Jika seorang pria dan wanita berduaan, maka yang ketiganya adalah setan. Untuk mencegah setan itu muncul, maka saat berkunjung ke dokter datanglah dengan ditemani seseorang, misalnya suami, kawan, atau orang tua.

  • Jika benar-benar terdesak harus berobat ke dokter sendiri, mintalah perawat yang sering menemani dokter ikut masuk ke ruang periksa. Sebetulnya dokter yang baik jika memeriksa pasien wanita seorang diri akan otomatis memanggil perawatnya masuk.

  • Makin tua umur seseorang, maka nafsu syahwatnya akan menurun. Dengan prinsip ini, kunjungilah dokter-dokter yang sudah senior. Dokter yang sudah tua tidak akan segenit dokter yang masih muda.

  • Bilanglah pada dokternya bahwa anda seorang muslimah, biasanya dokter yang baik pasti akan mengerti.

Yakinkan diri
Nah, terakhir. Jika anda sudah yakin dengan dokter yang akan di kunjungi, maka anda sudah tidak perlu takut. Jika terus-terusan takut nantinya akan mempersulit penyakit anda sembuh dan mempersulit dokter saat memeriksa.

Pada saat pemeriksaan, ada tindakan yang mengharuskan dokter meraba dan memasang stetoskop di bagian tertentu. Jika anda terlalu defensive ketika diperiksa, ditakutkan nanti hasil pemeriksaannya menjadi tidak akurat atau malah salah. Jika sudah begini, nantinya diagnosis dan obatnya pun akan salah sehingga penyakitnya tidak kunjung sembuh.


Penutup
Sekian tulisan singkat ini saya tulis. Tulisan diatas bukan untuk memojokan dokter atau pasien, tetapi untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara kedua belah pihak.

Semoga tips diatas bisa membantu para wanita sekalian, terutama yang sedang kesulitan dan diharuskan datang ke dokter pria. Jadilah pasien yang pintar dalam berobat, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Jazakallah.


Kata kunci
Dilecehkan dokter, dokter genit, dokter mesum, mencegah pelecehan seksual. 


0 Komentar:

Poskan Komentar