Nasib Emak dan Mereka

Gambar milik pribadi


Artikel ini adalah artikel "made for minds" mengenai local hero yang diikutkan dalam lomba menulis blog di situs MyRepublic yang merupakan provider tv kabel dan internet super cepat di Indonesia, Singapura, dan New Zealand. Pada kesempatan ini, saya akan menceritakan Emak, seorang local hero ditempat saya bekerja.


Emak
Gambar milik pribadi

Emak adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja merangkap sebagai seorang cleaning services (CS) di klinik tempat saya bekerja. Usianya sudah menginjak 50 tahun lebih, tetapi dia tetap giat bekerja demi menghidupi 6 orang anaknya karena suaminya sudah sakit-sakitan.

Di klinik kecil ini, setiap pagi, Emak selalu datang untuk membereskan dan membersihkan klinik hingga malam hari. Jika sedang ramai pasien, Emak terkadang membawa anak-anaknya yang masih kecil ke klinik demi menuntaskan kewajibannya. Jika sudah kelelahan sekali, Emak sering tertidur di kasur pasien.

Ketekunannya Emak dan sifatnya yang sopan selalu membuat para pegawai di klinik iba dengan keadaannya Emak. Mereka terkadang memberi Emak uang atau sembako ala kadarnya untuk menunjang kehidupannya Emak. [tv kabel]


Pelindung diri
Gambar milik pribadi

Saya dan teman-teman di klinik sering mengingatkan Emak untuk memakai alat pelindung diri (APD), berupa masker dan sarung tangan, saat membersihkan klinik. Hal ini dikarenakan Emak jarang menggunakan APD saat membersihkan klinik. Bukannya kenapa-kenapa, jika membersihkan klinik tanpa APD, takutnya Emak tertular berbagai penyakit dari pasien.

Tapi apalah daya, walaupun sudah diingatkan, Emak sering lupa menggunakan APD. Emak hanyalah seorang lulusan SD yang belum mengerti arti pentingnya perlindungan diri. Ditambah lagi, jumlah dan anggaran untuk APD di klinik sekecil ini sangatlah terbatas sehingga mengharuskan Emak bekerja tanpa pelindung diri. Miris memang. Akan tetapi, seperti inilah rata-rata gambaran keadaan para cleaning services di tempat-tempat pelayanan kesehatan di Indonesia. [smart tv]


Masih banyak yang lainnya
Gambar dari pixabay

Emak adalah salah satu contoh dari jutaan orang cleaning services yang mencari nafkah di tempat-tempat pelayanan kesehatan, yang notabene adalah tempat yang penuh penyakit. Gaji mereka tidaklah sebanding dengan resiko pekerjaan yang luar biasa tinggi.

Cleaning services di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang sudah maju, seperti rumah sakit standar internasional atau rumah sakit dengan akreditasi A, sudah menerapkan penggunaan APD dengan baik. Rata-rata para cleaning services sudah diberikan pelatihan khusus mengenai penanganan limbah medis.

Para cleaning services di tempat-tempat pelayanan kesehatan daerah yang masih minim fasilitas, seperti klinik kecil atau puskesmas, terkadang melakukan tugas ala kadarnya. Rata-rata mereka ini hanyalah lulusan SD hingga SMA yang belum pernah mendapat pelatihan khusus. Mereka jarang atau malah tidak pernah menggunakan APD karena mereka belum mengerti pentingnya APD untuk melindungi diri dari kontaminasi penyakit. [tv kabel]


Sebuah kasus lainnya
Gambar dari pixabay

Sebagai contoh lainnya adalah para cleaning services yang bekerja di rumah sakit yang masih belum teregulasi dengan baik dan belum terakreditasi. Di rumah sakit seperti ini cukup banyak cleaning services yang belum menggunakan APD lengkap.

Misalnya ketika pasien kecelakaan lalu lintas datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) suatu rumah sakit, darah bercucuran dimana-mana. Dokter sibuk memberi komando kepada para perawat untuk melakukan tindakan gawat darurat. Perawat pun sibuk melakukan tugasnya masing-masing. Setelah keadaan pasien stabil, barulah dokter dan perawat istirahat. Kemudian, para cleaning services-lah yang membereskan semua "kekacauan" yang baru saja terjadi. Mereka dengan sigap dan cepat harus membersihkan sisa-sisa darah yang bercucuran tersebut sebelum ada pasien baru yang datang.

Cairan tubuh, baik darah, liur, dahak, dsb. merupakan media penyebaran virus dan bakteri, dari mulai yang ringan hingga yang berbahaya dan mematikan seperti virus HIV dan Hepatitis C. Jika tidak menggunakan APD yang baik dan lengkap, resiko tertularnya sangatlah besar.

Lalu bagaimana nasib mereka para cleaning services yang bekerja tanpa APD lengkap? Apa jadinya jika mereka tertular? Bagaimana nasib keluarga mereka? Bagaimana nanti biayanya? Mereka hanyalah "wong cilik" yang menjadi korban belum sempurnanya sistem kesehatan di negara ini. [smart tv]


Local hero in our health care systems
Gambar dari pixabay

Sehebat apapun dokter dalam mendiagnosis suatu penyakit; Sehebat apapun dokter kandungan melahirkan seorang bayi; Sehebat apapun dokter bedah melakukan tindakan operasi; Tetap saja, akhir-akhirnya yang membereskan semua pekerjaan mereka adalah para cleaning services.

Mereka adalah pahlawan bagi para tenaga kesehatan dalam bekerja. Mereka adalah pahlawan bagi para pasien mencegah penularan penyakit antar pasien. Mereka adalah pahlawan bagi keluarganya dalam mencari nafkah. Dengan penuh resiko dan gaji yang minim, mereka adalah pahlawan tak terlihat di lingkungan kesehatan.
 
Semoga kedepannya, baik pemerintah maupun para pemilik pelayanan kesehatan dapat mensejahterakan mereka para cleaning services. Walaupun tidak dalam bentuk uang, minimal mereka diberikan peralatan APD yang layak untuk bisa menjalani tugasnya dengan baik dan aman bagi kesehatan mereka. [tv kabel]


0 Komentar:

Poskan Komentar