Cara Menjadi Dokter di Indonesia (Part 4)


Di Indonesia, banyak masyarakat beranggapan bahwa dokter adalah salah satu profesi yang memiliki penghasilan yang besar. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika fakultas kedokteran (FK) merupakan fakultas yang paling favorit di Indonesia. Baik para siswa SMA yang baru lulus, maupun para orang tua, berlomba-lomba untuk bisa masuk ke fakultas ini.

Untuk mengetahui bagaimana proses untuk menjadi dokter di Indonesia, dari mulai masuk FK hingga menjadi dokter, berikut adalah step by step-nya:
Pada part 4 ini saya akan membahas seputar program internsip kedokteran yang diwajibkan untuk setiap dokter yang baru lulus. Semoga bermanfaat.

Internsip

Setelah selesai angkat sumpah, para dokter yang baru lulus masih belum selesai perjuangannya. Mereka harus siap mengikuti program internsip untuk pergi mengabdi di daerah-daerah di seluruh Provinsi di Indonesia. Program ini merupakan program baru dari Kementrian Kesehatan untuk pemerataan dokter di seluruh Indonesia.

Setiap dokter yang baru lulus wajib mengikuti program internsip ini. Jika tidak mengikuti internsip, maka Surat Tanda Registrasi (STR) tidak akan dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). STR ini merupakan salah satu benda "pusaka" para dokter. karena jika tidak ada STR, maka seorang dokter tidak akan bisa praktek dan bekerja.


Memilih wahana internsip
Lain halnya dengan sistem pengabdian daerah zaman dulu, pengabdian daerah dengan sistem internsip lebih fleksibel. Wahana internsip tidak ditentukan oleh pemerintah. Akan tetapi, wahana dipilih sendiri oleh para dokter di situs Internsip Kemenkes dengan sistem "siapa cepat dia dapat". Jadi, tidak ada nepotisme dan kecurangan dalam penentuan wahana internsip. Semuanya transparan.

Akan tetapi, karena sistemnya menggunakan sistem "siapa cepat dia dapat", maka sering timbul banyak kendala saat memilih wahana internsip ini. Kendala yang sering terjadi adalah jaringan internet server menjadi lemot karena diakses oleh ribuan orang sekaligus. Maka oleh karena itu, dibutuhkan trik-trik khusus saat memilih wahana internsip agar tidak kehabisan oleh orang lain.


Menjalani internsip
Internsip dijalalani selama 1 tahun. 4 bulan di Puskesmas dan 8 bulan di Rumah Sakit. Dalam jangka waktu tersebut para dokter internsip harus mengisi buku Borang yang disediakan oleh pihak PPSDM Kesehatan selaku panitia internsip. Buku ini berisi tugas-tugas yang harus dilakukan oleh para dokter internsip. Mulai dari mengerjakan laporan kasus, penyuluhan, hingga mengumpulkan hasil laporan singkat pasien sebanyak 400 pasien.

Selain tugas, para dokter internsip juga harus melakukan kegiatan medis rutin lainnya. Kegiatan ini bervariasi tergantung dari kebijakan setiap RS atau Puskesmas. Jika di Rumah Sakit, dokter internsip biasanya akan melakukan visite bangsal, jaga IGD, poliklinik, jaga ICU/NICU, dsb. Jika di Puskesmas, dokter internsip biasanya akan melakukan kegiatan poliklinik, penyuluhan, posyandu, jaga IGD, dsb.

Tanggung jawab dokter intersip pun berbeda-beda disetiap daerah; ada yang melepas tanggung jawab dokter internsip 100%, layaknya seorang dokter; ada juga yang mengekang tanggung jawab dokter internsip layaknya koas. Oleh karena itu, sebelum memilih wahana internsip, kebijakan tanggung jawab kerja dokter intersip harus dijadikan pertimbangan.

Sambil mengikuti internsip, para dokter tersebut juga bisa mengikuti kursus-kursus penting sebagai syarat ketika melamar kerja nanti ketika internsip selesai. Misalnya adalah kursus EKG, ACLS, ATLS, GELS, dsb.


Penghasilan dokter internsip
Penghasilan dokter internsip bisa didapat dari berbagai hal. Gaji pokok dokter intensip langsung di transfer oleh pihak PPSDM kesehatan selaku panitia internsip. Ketika angkatan saya dulu, gaji dokter internsip adalah 2 juta rupiah. Selain itu, diluar gaji pokok, beberapa daerah bahkan ada yang memberikan bonus insentif lebih. Bisa antara 1-5 juta rupiah, tergantung kebijakan kabupaten atau provinsi-nya.

Selain itu, terkadang akan ada bonus penghasilan lebih dari RS atau Puskesmas di tempat internsip. Misalnya pembagian dana BPJS, bonus uang tindakan, bonus uang makan, dsb. Jika ingin lebih, para dokter internsip pun bisa menyempatkan diri untuk jaga klinik milik dokter-dokter di daerah internsipnya sehingga memberikan penghasilan lebih.


Menjadi dokter dan langkah selanjutnya
Cartoon vector designed by Freepik
Setelah internsip selesai, para dokter tersebut harus melengkapi berkas-berkas persyaratan bukti telah selesai internsip. Lalu setelah itu, STR asli akan dikirim dari KKI ke rumah masing-masing.

Langkah para dokter akan mulai terbuka ketika sudah menerima STR. Mereka sudah mulai bisa praktek di rumah sakit, puskesmas, klinik pribadi, dsb.


Bersambung
Cara Menjadi Dokter di Indonesia (Part 5)




Kata kunci
cara jadi dokter, pengen jadi dokter, cara daftar ke fakultas kedokteran, daftar fakultas kedokteran, dokter umum, jadi dokter umum, syarat jadi dokter, proses jadi dokter.


0 Komentar:

Poskan Komentar