Cara Menjadi Dokter di Indonesia (Part 5)


Di Indonesia, banyak masyarakat beranggapan bahwa dokter adalah salah satu profesi yang memiliki penghasilan yang besar. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika fakultas kedokteran (FK) merupakan fakultas yang paling favorit di Indonesia. Baik para siswa SMA yang baru lulus, maupun para orang tua, berlomba-lomba untuk bisa masuk ke fakultas ini.

Untuk mengetahui bagaimana proses untuk menjadi dokter di Indonesia dari mulai masuk FK hingga menjadi dokter, berikut adalah step by step-nya:
Setelah saya jelaskan panjang lebar pada part 1, part 2, part 3, dan part 4, berikut adalah kesimpulan cara untuk menjadi seorang dokter di Indonesia:


Sarjana Kedokteran

  • Setelah lulus SMA, setiap siswa harus ikut testing masuk fakultas kedokteran
  • Fakultas kedokteran di Indonesia menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, dimana setiap semesternya harus mengikuti kuliah menggunakan sistem blok.
  • Setiap blok mata kuliah terdiri dari kuliah umum, praktikum, problem based learning (PBL) atau belajar kelompok, Clinical Skill (CS) atau belajar praktek, dan ujian blok.
  • Setiap blok memiliki SKS masing-masing tergantung jenis bloknya. Misalnya blok sistem cardiovascular memiliki 6 SKS harus ditempuh selama 2 bulan.
  • Setelah menyelesaikan pendidikan selama kurang lebih 7 semester dan melakukan skripsi, maka setiap siswa akan di wisuda S1 untuk mendapat gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked).


Koas

  • Jika ingin melanjutkan mendapat gelar dokter, para mahasiswa harus mengikuti program kepaniteraan yang disebut dengan co-assistant (Co-As), atau lebih dikenal dengan istilah "koas", selama 4-5 semester.
  • Nama resmi mahasiswa koas adalah dokter muda.
  • Perkuliahan koas menggunakan sistem stase, misalnya stase penyakit dalam, stase saraf, stase THT, dsb.
  • Setiap stase ditempuh dalam waktu yang berbeda-beda tergantung jenis stasenya.
  • Stase besar atau stase mayor biasanya ditempuh selam 2-3 bulan.
  • Stase kecil atau stase minor biasanya ditempuh selama 2-4 minggu.
  • Kegiatan selama koas adalah mengikuti kuliah dari dokter spesialis, journal reading, memeriksa pasien di ruang rawat, memeriksa pasien di IGD, melakukan tindakan medis, dsb.
  • Setiap selesai stase, para dokter muda harus mengikuti ujian tulis dan lisan dengan dokter spesialis pembimbing disetiap stase.


Dokter
Cartoon vector designed by Freepik

  • Setelah menyelesaikan koas selama 2 tahun, maka setiap dokter muda akan mengikuti yudisium untuk dinyatakan lulus atau tidaknya pada setiap stase.
  • Setelah itu, para dokter harus mempersiapkan untuk mengikuti UKDI.
  • Setelah lulus UKDI, barulah setiap dokter muda akan diangkat sumpah untuk menjadi dokter dan akan mendapatkan gelar profesi dokter (dr.)
  • Setelah wisuda dan angkat sumpah, setiap dokter wajib mengikuti program internsip yang diselenggarakan oleh Kemenkes selama 1 tahun.
  • Jika tidak mengikuti internsip, maka setiap dokter yang baru lulus tidak bisa praktek dan tidak bisa mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis.
  • Setelah selesai internsip, maka para dokter tersebut bisa mengambil berbagai jalur pekerjaan; mulai dari praktek pribadi hingga bekerja di rumah sakit.



Kata kunci
cara jadi dokter, pengen jadi dokter, cara daftar ke fakultas kedokteran, daftar fakultas kedokteran, dokter umum, jadi dokter umum, syarat jadi dokter, proses jadi dokter.



0 Komentar:

Poskan Komentar