Pergeseran Leukosit (Leukocytes Shift)


Leukosit adalah sel yang berperan dalam sistem imun manusia. Sel ini sering digunakan untuk pemeriksaan keadaan imunitas pasien dan menjadi tolak ukur untuk pemberian antibiotik.

Teman-teman tentunya sering mendengar istilah pergeseran leukosit, bukan? Shift to the left atau Shift to the right. Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai pergeseran leukosit tersebut. Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita bahas satu persatu dari mulai pembentukan leukosit dan pemeriksaanya. Semoga bermanfaat.


Komponen darah
Secara garis besar, darah terdiri dari 2 komponen utama yaitu plasma darah dan sel darah. Sel darah terdiri dari 3 jenis sel utama yaitu eritrosit (erithrocytes), atau dalam bahasa Indonesia disebut sel darah merah; leukosit (leukocytes), atau dalam bahasa Indonesia disebut sel darah putih; dan trombosit (platelets), atau dalam bahasa Indonesia disebut keping darah.


Asal mula leukosit
Semua sel darah terlahir dari hematopoietic stem cell di sum-sum tulang (bone marrow). Sel hematopoietic tersebut kemudian membelah diri dan mengalami proses pematangan hingga akhirnya menjadi sel-sel darah.

Gambar milik A. Rad


Jenis-jenis leukosit
Leukosit adalah sel yang merupakan bagian dari sistem imun manusia. Leukosit secara garis besar terdiri dari 5 jenis sel. Berikut adalah sel-sel leukosit berdasarkan persentasenya di darah:
  • Neutrofil (Neutrophils) 72%
  • Limfosit (Lymphocytes) 30%
  • Monosit (Monocytes) 5.3%
  • Eosinofil (Eosinophils) 2,3%
  • Basofil (Basophils) 0,4%
Kelima sel-sel tersebut memiliki berbagai macam bentuk berdasarkan tingkat kematangan dan fungsinya, sehingga jika dijabarkan satu persatu, jenis-jenis sel leukosit akan menjadi banyak. Selanjutnya, untuk mempermudah pembaca, saya hanya akan berfokus pada kelima sel tersebut saja.

Neutrofil, eusinofil, dan basofil disebut juga sebagai granulosit (granulocytes) karena memiliki granul didalam sitoplasma selnya sehingga jika dilihat dibawah mikroskop, selnya tampak berbintik. Selain itu, ketiga sel tersebut juga disebut sebagai sel polymorphonuclear (PMN) karena memiliki bentuk inti sel (nucleus) yang beragam.

Limfosit dan monosit disebut sebagai agranulosit (agranulocytes) karena tidak memiliki granul. Kedua sel ini juga disebut dengan mononuclear (MN) karena bentuk inti selnya tidak beragam.

Untuk fungsi dan karakteristiknya sel leukosit, bisa dilihat pada tabel berikut:


Pemeriksaan hitung jenis leukosit
Untuk mengetahui jumlah sel leukosit, butuh dilakukan penghitungan terhadap sel-sel tersebut. Penghitungan leukosit ini dilakukan dengan pemeriksaan hitung jenis menggunakan kamar hitung atau mesin hitung otomatis (automated hematology analyzer).

Pemeriksaan hitung jenis ini sering disebut juga differential blood count, diff. count, atau complete blood cell count (CBC). Berdasarkan situs Medscape, tujuan dilakukannya pemeriksaan hitung jenis ini adalah:
The differential count is used to assess the body’s response to certain benign conditions such as acute and chronic infections, inflammatory conditions, allergic reactions, and immunodeficiency states and various hematologic malignancies such as leukemias and lymphomas. It is also used to monitor the response to chemotherapy, growth factors, and immunosuppressive therapies.

Apa itu pergeseran leukosit?
Pergeseran leukosit (leukocytes shift) menunjukan adanya sel leukosit yang dominan di dalam darah berdasarkan tingkat kematangannya. Apakah itu sel leukosit yang sudah matang (mature) atau yang masih muda (immature). Pergeseran leukosit ini bisa diketahui melalui pemeriksaan hitung jenis.

Istilah shift (pergeseran) ini lebih digunakan untuk melihat sel granulosit saja, lebih spesifiknya neutrofil, karena jumlahnya yang paling banyak dibandingkan leukosit lain. Pergeseran yang terjadi bisa bergeser ke kiri (shift to the left) maupun bergeser ke kanan (shift to the right).

Untuk lebih memahami istilah "shift" ini, kita harus memahami proses pematangan neutrofil. Urutannya bisa dilihat pada gambar hematopoesis diatas atau pada gambar dibawah ini, pertama mulai dari myeloblast, promyelocytes, myelocytes, metamyelocytes, band neutrophil (neutrofil batang), hingga menjadi segmented neutrophil (neutrofil segmen).


Kiri atau kanan
Lalu mengapa bergeser ke kiri atau ke kanan? mengapa tidak bergeser ke atas atau ke bawah? Istilah pergeseran ini timbul pada zaman dulu dimana pemeriksaan hitung jenis masih dilakukan menggunakan mesin hitung jenis manual. Biasanya sel yang sudah mature akan disimpan di kanan dan sel yang immature akan di simpan di kiri. Sehingga jika sel immature meningkat jumlahnya, maka disebut bergeser ke kiri dan jika sel mature lebih meningkat jumlahnya, maka disebut bergeser ke kanan.

Contoh mesin hitung jenis manual

Ada juga yang berpendapat lain mengenai istilah pergeseran ini. Pada buku-buku patologi zaman dulu, proses hematopoietic stem cell menjadi sebuah sel leukosit matang dibuat dari kiri ke kanan. Sehingga apabila sel immature meningkat, maka disebut bergeser ke kiri dan apabila sel mature lebih meningkat, maka disebut bergeser ke kanan.


Shift to the left
Shift to the left, atau sering disebut juga left shift, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukan peningkatan bentuk immature dari sel neutrofil. Shift to the left menandakan adanya fase akut dari suatu proses imunologi, baik itu infeksi akut, inflamasi akut, ataupun proses nekrosis akut.

Mengapa pada fase akut neutrofil immature meningkat di darah? Untuk mudahnya, saya akan beri ilustrasi. Jika Singapura diserang oleh Indonesia, karena memiliki jumlah tentara yang hanya sedikit dan untuk meningkatkan daya tahan Singapura, maka para prajurit yang masih sekolah diikutsertakan untuk berperang.

Begitupun dengan neutrofil yang bekerja ketika ada serangan infeksi akut. Neutrofil yang masih muda akan diikutsertakan "berperang" untuk memberi pertahanan ekstra. Oleh karena itulah, jumlah neutrofil immature akan meningkat di darah.


Shift to the right
Shift to the right, atau sering disebut juga right shift, menunjukan peningkatan jumlah sel mature neutrofil dibandingkan dengan jumlah sel immature-nya. Mengapa demikian? Shift to the right terjadi akibat kerusakan "pabrik" pembuat sel darah di sum-sum tulang. Hal ini menyebabkan jumlah sel yang immature mengalami penurunan produksi atau tidak diproduksi sama sekali.

Yang sering salah kaprah adalah mengenai maksud dari shift to the right ini. Walaupun shift to the left menunjukan tanda infeksi akut, akan tetapi shift to the right bukan kebalikannya menunjukan infeksi kronis. Shift to the right merupakan tanda spesifik dari penyakit anemia pernisiosa (pernicious anemia) dan keracunan radiasi (radiation sickness).

Pada pemeriksaan hitung jenis, jumlah sel neutrofil mature ini menjadi tampak meningkat didarah. Sebetulnya jumlah sel neutrofil mature ini tetap. Akan tetapi, karena sel immature-nya menurun atau tidak ada, mengakibatkan sel yang mature tampak lebih banyak atau lebih dominan.

Selain dari itu, akibat dari tidak adanya neutrofil immature, neutrofil mature bekerja lebih ekstra dalam sistem pertahanan tubuh. Hal ini mengakibatkan sel-sel neutrofil mature menjadi membesar menjadi neutrofil raksasa (giant neutrophil).


Kesimpulan
  • Pergeseran leukosit bisa diketahui melalui pemeriksaan hitung jenis leukosit.
  • Istilah pergeseran leukosit  timbul pada zaman dulu ketika hitung jenis masih dilakukan dengan alat hitung jenis manual. Bagian kiri diisi oleh sel muda dan bagian kanan diisi oleh sel matang.
  • Pergeseran leukosit lebih menunjukan pergesaran neutrofil karena jumlahnya yang paling banyak dibanding leukosit lain.
  • Shift to the left menunjukan jumlah sel neutrofil muda meningkat di darah. Hal ini bisa terjadi karena infeksi akut, proses inflamasi akut, atau proses nekrosis jaringan yang akut.
  • Shift to the right menunjukan jumlah sel neutrofil matang meningkat di darah. Hal ini bisa terjadi karena anemia pernisiosa atau keracunan radiasi, dan BUKAN spesifik menunjukan infeksi kronis.

Sumber


0 Komentar:

Poskan Komentar