Iron Man Menurut Al-Qur'an


Dalil di Al-Qur'an
"Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya)." [Surat An-Nahl Ayat 81]

"Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)." [Surat Al-Anbiyâ ayat 80]

Dari dua ayat diatas, Allah SWT menyebutkan mengenai baju besi yang digunakan untuk melindungi diri dalam perang. Seiring berkembangnya zaman, baju besi tidak terbatas pada baju perang zaman dahulu seperti di film-film kolosal. Pada zaman modern seperti sekarang ini, pemanfaatan baju besi bisa dikombinasikan dengan teknologi komputerisasi seperti layaknya Iron Man.


Memahami baju besi Iron Man
Iron Man adalah tokoh superhero fiksi yang diterbitkan oleh Marvel Comic. Iron Man menceritakan mengenai seorang ilmuwan dan milyader, Tony Stark, yang membuat baju besi canggih dan digunakan untuk menumpas kejahatan.

Dalam dunia teknik dan medis, baju Iron Man dikenal dengan istilah exoskeleton (rangka luar). exoskeleton ini dibuat untuk meningkatkan keterbatasan manusia dalam melakukan berbagai hal. Salah satu contohnya adalah meningkatkan kekuatan fisik manusia, sehingga manusia bisa mengangkat dan membawa benda berat.


Pemanfaatan exoskeleton
Pemanfaatan dari exoskeleton yang paling sering digunakan adalah dalam hal militer sebagai alat perang. Dengan kemampuan yang superior, exoskeleton dapat membawa senjata berat dan banyak amunisi. Selain itu, exoskeleton dapat melindungi penggunanya dari peluru atau ledakan.

Salah satu contoh terbaru dari exoskeleton militer adalah yang dikembangkan oleh U.S. Army, yaitu TALOS (Tactical Assault Light Operator Suit). Prototype-nya akan diuji coba pada Juni 2014, sedangkan untuk penggunaannya direncanakan dapat digunakan pada 2018.

Selain perang, exoskeleton dapat digunakan dalam hal medis. Sebagai contoh adalah HAL (Hybrid Assistive Limb) yang dibuat oleh perusahaan CYBERDYNE di Jepang. HAL berfungsi sebagai alat bantu gerak bagi orang-orang cacat dan mereka yang sedang rehabilitasi gerak. Rehabilitasi gerak diberikan pada pasien cedera atau patah tulang, terutama pada daerah tulang belakang.

Selain membantu pasien yang cacat dan pasien rehabilitasi, HAL Juga bisa berfungsi sebagai alat bantu untuk tenaga kesehatan. Salah satu fungsinya adalah membantu tenaga medis mengangkat dan memindahkan pasien yang berat (gambar sebelah kanan).


Kendala membuat exoskeleton
Walaupun terdengar sangat menarik, akan tetapi, exoskeleton ini masih banyak kekurangannya untuk dikembangkan pada saat sekarang ini. Perlu dilakukan riset lebih lanjut agar exoskeleton ini bisa mendekati sempurna seperti Iron Man.

Berikut adalah kekurangan exoskeleton pada saat ini:

Sumber tenaga (power suplly) yang masih kurang
Untuk menghidupkan exoskeleton yang canggih dibutuhkan  sumber tenaga listrik yang tinggi. Lain halnya dengan Tony Stark yang memiliki sumber tenaga listrik tinggi yang ditanam di dadanya, teknologi sekarang masih belum bisa mencapai itu. Batere Lithium yang lazim digunakan pada telepon genggam tidak bisa menyimpan daya dalam jumlah besar dalam waktu lama.

Tetapi baru-baru ini sedang dibuat portable Hydrogen fuel yang memiliki daya listrik tinggi dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Kelemahan dari Hidrogen ini sangat mencemari lingkungan.


Bahan yang masih terbatas
Exoskeleton kebanyakan terbuat dari bahan logam, sehingga sangatlah berat. Dibutuhkan pegas atau aktuator khusus untuk menopang logam puluhan kilogram agar tidak membebani penggunanya sehingga terasa nyaman dan fleksibel jika digerakan.
 
Oleh karena itu, dibutuhkan bahan alternatif lain selain logam yang memiliki kekuatan sekuat logam tapi seringan kapas. Diharapkan nantinya pengguna exoskeleton tidak kewalahan dalam menggunakannya.


Pergerakan sendi yang terbatas
Sendi manusia sangatlah fleksibel bergerak ke kanan-kiri, atas-bawah, memutar, dsb. Jika menggunakan exoskeleteon yang menutupi atau membatasi gerak sendi, maka exoskeleton menjadi kaku dan tidak fleksibel.

Jika bagian sendi diganti dengan bahan yang flexibel seperti karet atau alumunium, ini merupakan pisau bermata dua. Karena walaupun menguntungkan pengguna exoskeleton, bahan fleksibel tersebut tidak terlindungi dan bisa dijadikan musuh sebagai sasaran serang.


Belum adanya pengendali kecepatan gerak
Jika gerakan yang dilakukan oleh exoskeleten terlalu cepat melampaui gerakan penggunanya, dapat berakibat pada cidera otot dan ligamen. Selain cedera, dapat mempersulit pengguna exoskeleton adalam melakukan gerakan yang membutuhkan ketelitian.

Jika gerakan yang dilakukan oleh exoskeleton terlalu lambat dibandingkan gerak penggunanya, mengakibatkan fungsi dari exoskeleton ini menjadi tidak efektif dan mudah diserang musuh.

Oleh karena itu dibutuhkan sensor pengendali gerak yang bisa diperintahkan oleh pengguna exoskeleton. Sehingga gerakan yang dilakukan bisa sesuai dengan yang diinginkan.

Bagian dalam exoskeleton harus tepat
Sebuah exoskeleton haruslah nyaman dan tidak mengganggu penggunanya. Bahan exoskeleton yang terbuat dari logam jika bergesekan langsung dengan kulit bisa berbahaya. Dibutuhkan pelindung diri, seperti kain atau karet, sebelum mengenakan exoskeleton. Selain itu bahan dari logam sangatlah panas jika digunakan. Butuh sistem pendingin khusus untuk mendinginkan pengguna exoskeleton.

Bagian dalam exoskeleteon haruslah pas digunakan seperti layaknya baju. Sebuah exoskeleton hanya bisa digunakan oleh orang yang memiliki perawakan sama, hal ini dikarenakan setiap orang memiliki perawakan dan ukuran yang berbeda. Contohnya seperti ukuran dan panjang tulang, masa otot, masa lemak, dsb. Belum lagi bagian dalamnya tidak boleh terlalu longgar atau terlalu ketat sehingga mengganggu mobilitas penggunanya.


Exoskeleton kedepannya
Dengan kemajuan teknologi yang pesat seperti sekarang ini, kedepannya segala kekurangan yang terdapat pada exoskeleton bisa dikembangkan lebih lanjut untuk disempurnakan. Semua pihak diseluruh dunia baik perusahaan swasta, universitas, maupun pemerintah ikut terlibat dalam pengembangan exoskeleton. Negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang sekarang sedang berlomba-lomba untuk membuat exoskeleteon.


Renungan
Alangkah baiknya jika exoskeleton dapat dijadikan alat yang berguna untuk umat Islam, baik dalam hal kemanusiaan, ataupun dalam hal militer untuk memerangi kekafiran dan kedzoliman. Jangan sampai teknologi yang sudah Allah SWT firmankan ini dimanfaatkan oleh orang kafir untuk menyerang Islam.

Oleh karena itu sebagai seorang muslim, wajiblah kita menuntut ilmu setinggi langit. Agar suatu hari nanti bisa membuat exoskeleton canggih seperti Iron Man yang berguna untuk masyarakat, lingkungan, dan agama. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat dalam membuka wawasan dan dapat meningkatkan keinginan kita semua untuk memajukan agama ini, Insya Allah.


Tambahan
Sebagai tambahan materi, saya tambahkan video mengenai exoskeleton dari acara Science Friction di Youtube.


Sumber
http://en.wikipedia.org/wiki/DARPA
http://en.wikipedia.org/wiki/Hybrid_Assistive_Limb
http://en.wikipedia.org/wiki/Powered_exoskeleton
http://en.wikipedia.org/wiki/TALOS
http://science.howstuffworks.com/exoskeleton.htm
http://www.ryot.org/clearly-inspired-robert-downey-jr-us-military-wants-make-iron-man-suit
http://www.latimes.com/nation/la-na-ironman-military-20131030,0,2263878

0 Komentar:

Poskan Komentar