Tenaga Kesehatan Masih Kurang, Lowongan Kerja Terbuka Lebar


Masalah kurangnya tenaga kesehatan bukan dialami oleh Indonesia saja, tetapi sudah menjadi masalah global di seluruh dunia. Jumlah populasi yang bertambah tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan yang ada.

Selain itu penempatan tenaga kesehatan tidak merata, kota-kota besar memiliki jumlah tenaga kesehatan yang tinggi dibandingkan dengan daerah pedalaman. Negara maju memiliki jumlah tenaga kesehatan yang tinggi dibangingkan dengan negara miskin dan berkembang.

Dampak dari tidak meratanya penyebaran tenaga kesehatan pernah di bahas oleh WHO pada Global Code of Practice on the International Recruitment of Health Personnel 2010. Menurut WHO, dampak dari tidak meratanya tenaga kesehatan mengakibatkan pada angka migrasi yang meningkat. Migrasi terjadi dari tempat yang kurang memiliki tenaga kesehatan menuju tempat yang memiliki tenaga kesehatan yang memadai. Hal ini dapat mengakibatkan masalah baru seperti kemiskinan dan kepadatan penduduk di kota besar atau negara besar meningkat.

Menurut data WHO per 2010, di seluruh dunia terdapat 9,2 juta dokter dan 18,1 juta perawat. Negara maju di benua Amerika Utara dan Eropa menyumbang angka terbanyak dari jumlah tenaga kesehatan yang ada. Tetapi angka tersebut masih belum sebanding dengan populasi masyarakat yang terus bertambah.

Selain dampak negatif, kurangnya tenaga medis ini bisa dijadikan peluang yang baik untuk membuka lapangan kerja baru di bidang kesehatan.

Jumlah tenaga kesehatan per 10 juta penduduk (WHO 2010)

Referensi
Crisp, Nigel et al. New England Journal Of Medicine. Review Article: Global Supply of Health Professionals. http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMra1111610. Updated: March 12, 2014. Diakses Maret 2014.

Kata Kunci
Lapangan kerja dokter, lapangan kerja perawat, lapangan kerja bidan, penyebaran tenaga kesehatan.





0 Komentar:

Poskan Komentar