Mengapa Dokter Kandungan Rata-Rata Pria


Pernah pada suatu waktu seorang pasien menanyakan kepada saya perihal dokter kandungan yang kebanyakan pria. Mengapa alasan dokter pria lebih banyak jadi spesialis kandungan? Apa karena ingin pegang-pegang? Sudah pegang-pegang dibayar lagi. Saya pun tersenyum mendengar hal itu.

Mungkin dari sudut pandang pasien, kesan yang tampak dari dokter kandungan memang seperti itu. Tetapi sebenarnya masalah kandungan itu tidak hanya sekedar pegang-pegang, masalahnya lebih luas dan rumit. Lalu mengapa yang menjadi dokter kandungan kebanyakan pria? Untuk membahas itu, saya akan jelaskan satu per satu mengenai dokter spesialis kandungan.


Gelar spesialis kandungan
Spesialis kandungan memiliki gelar resmi Sp.OG, artinya spesialis Obstetric (kandungan) dan Gynecology (kebidanaan). Masyarakat umum sering menyebut dokter Sp.OG dengan panggilan dokter kandungan atau dokter Obgyn (akronim dari obstetric-gynecology).

Obstetric adalah cabang ilmu bedah kedokteran yang khusus mempelajari cara memperlakukan ibu dan janin selama masa kehamilan, selama proses melahirkan, dan selama periode setelah melahirkan. Sedangkan gynecology adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium).


Pendidikan spesialis kandungan
Sebelum bisa menjadi dokter spesialis kandungan, seorang dokter harus sudah menyelesaikan pendidikan dokter umum yang ditempuh kurang lebih selama 7 tahun. Setiap dokter umum yang berminat melanjutkan menjadi spesialis kandungan harus mendaftar di universiatas tertentu yang menyediakan jasa pendididan dokter spesialis.

Di seluruh Indonesia kurang lebih terdapat 16 universitas yang menyediakan jasa pendidikan spesialis. Diantara semua spesialis yang ada, spesialis kandungan, spesialis kulit, dan spesialis bedah adalah yang paling banyak peminatnya sehingga persaingan masuknya cukup ketat.

Dibutuhkan banyak syarat untuk dapat diterima masuk pendidikan dokter spesialis. Contohnya dibutuhkan skor TOEFL diatas 500, melakukan testing tertulis dan wawancara, melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan mental, dsb. Semua syarat itu diadukan dengan ribuan dokter umum lainnya, sehingga penerimaan masuk untuk menjadi dokter spesialis sangatlah sulit.


Proses pendidikian dokter kandungan adalah kurang lebih 5-7 tahun. Proses tersebut ditempuh dengan sangat berat. Dokter yang sedang mengambil pendidikan spesialis kandungan harus siap jaga 24 jam menerima pasien dengan masalah kandungan dan kebidanan.

Ditengah-tengah kesibukan jaga, para peserta didik juga harus mengerjakan tugas-tugas seperti laporan jaga, laporan kasus, journal reading, dsb. Selain itu, proses pendidikan dokter spesialis juga membutuhkan attitude yang baik sesama rekan kerja, kakak kelas senior, dan konsulen pengajar karena merupakan bagian dari penilaian. Jika semua proses itu gagal dilakukan, maka ada sistem Drop Out (DO).

Rata-rata dokter spesialis kandungan yang gagal dan akhirnya di DO memiliki masalah di luar masalah pendidikan. Misalnya masalah keluarga antara anak, istri/suami, dsb. yang terbawa pada proses pendidikan sehingga meningkatkan stressor. Akibatnya tugas-tugas dan waktu jaga terbengkalai.

Yang sangat disayangkan dari pendidikan doker spesialis di Indonesia adalah sering adanya pem-bully-an oleh senior terhadap junior. Baik berupa tenaga maupun harta. Pendidikan dokter spesialis kandungan memiliki angka kejadian tertinggi pada kasus bullying dibandingkan spesialis lainnya. Banyak peserta didik spesialis kandungan mesti mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk mentraktir senior atau konsulen.


Setelah menjadi spesialis
Setelah resmi mendapat gelar dokter spesialis, tugas dokter kandungan tetaplah berat. Pasien kebidanaan, contohnya ibu hamil yang akan melahirkan, adalah pasien yang bisa datang dimana pun dan kapan pun. Maka oleh karena itulah, dokter kandungan harus siap on-call selama 24 jam walaupun hari libur sekalipun. Waktu tidur dokter kandungan biasanya lebih tidak teratur dibandingkan dengan dokter-dokter yang lain.

Pada zaman dulu sebelum banyak dokter, dokter kandungan adalah dokter yang terkenal galak, yang hanya marah-marah, jutek, jarang senyum, dsb. Hal tersebut diakibatkan oleh karena stressor yang mereka hadapi sangatlah tinggi. Tetapi seiring berkembangnya zaman dan persaingan antar dokter mulai ketat, trend tersebut sudah jarang ditemui.


Dokter kandungan pria
Ada sebagian pasien yang senang berobat kepada dokter kandungan pria. Terutama bila dokternya tampan, ramah, baik, dsb. Tetapi ada juga sebagian pasien yang risih diperiksa oleh dokter pria.

Jika melakukan pemeriksaan USG atau pemeriksaan luar saja, kebanyakan pasien tidak mempermasalahkan. Yang kebanyakan dipermasalahkan adalah apabila sudah menyangkut pemeriksaan vaginal touche (colok vagina) atau pemeriksaan vagina dalam dengan alat spekulum. Masalah kewanitaan sangatlah sensitif, baik untuk pasien wanitanya maupun suami yang ikut mengantar.


Untuk para muslimah
Seorang muslimah wajib hukumnya menjaga aurat dari orang lain selain keluarga atau suami. Oleh karena itu, seorang muslimah harus di periksa oleh tenaga kesehatan wanita, baik itu oleh dokter kandungan wanita ataupun bidan. Usahakan jangan datang ke dukun beranak (paraji) karena teknik dan kestrerilitasannya diragukan sehingga dapat membahayakan ibu dan janin.


Jika periksa kehamilan di bidan, terkadang terjadi suatu hal yang mengharuskan menemui dokter kandungan. Contoh kasusnya seperti pada kasus preeklampsia berat, atau pada komplikasi kandungan lain yang tidak bisa ditangani bidan. Biasanya nanti bidan akan merujuk ke dokter kandungan. Lalu jika di daerah tersebut tidak ada dokter kandungan wanita, yang ada hanya pria, maka tidak ada pilihan lain.

Jika dalam keadaan darurat, Islam memperbolehkan seorang perempuan untuk berobat kepada dokter kandungan pria. Ikhtiarkan kepada Allah dengan niat untuk berobat karena darurat. Jelaskan juga kepada dokter kandungan pria bahwa anda ini seorang muslimah. Jika dokternya seorang muslim yang baik, dia pasti akan memperlakukan anda dengan gentle.


Kesimpulan
Setelah panjang lebar saya jelaskan mengenai dokter spesialis kandungan, maka ini beberapa poin kesimpulan mengenai mengapa dokter spesialis kandungan kebanyakan pria:
  • Proses seleksi masuk untuk menjadi dokter spesialis kandungan sangatlah sulit. Harus bersaing dengan ribuan dokter umum dari berbagai jenis golongan, tingkat kecerdasan, dan gendre.
  • Proses pendidikan dokter spesialis kandungan sangatlah berat. Banyaknya tugas-tugas ilmiah dan harus stand-by dan siap on-call selama 24 jam membuat rata-rata dokter wanita tidak bisa fokus pendidikan karena bentrok dengan kegiatan rumah tangga di rumah.
  • Setelah lulus menjadi dokter spesialis kandungan, tugas jaga tetaplah berat, tetap harus siap stand by dan on call 24 jam baik di rumah maupun di RS walaupun pada hari libur sekalipun.
  • Selain tingkat kelelahannya tinggi, dokter spesialis kandungan cukup sering dituntut masalah hukum sehingga banyak dokter wanita yang ragu-ragu mengambil spesialis ini.

Penutup
Semoga tulisan singkat ini bermanfaat untuk pembaca sekalian dalam menjawab masalah mengenai dokter kandungan pria. Jazakallah.


Tambahan
Sebagai bahan bacaan, berikut adalah artikel lainnya yang membahas perihal dokter kandungan pria:

Kata kunci
Dokter kandungan lelaki, dokter kandungan laki-laki, dokter kandungan pria, berobat ke dokter pria, berobat ke dokter laki-laki, periksa di dokter pria. periksa kandungan di dokter pria.


0 Komentar:

Poskan Komentar