Ada Aurat Di Surga


Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. (Thaahaa ayat 116)

Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. (Thaahaa ayat 117)

Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, (Thaahaa ayat 118)

dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". (Thaahaa ayat 119)

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi [949] dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (Thaahaa ayat 120)

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. (Thaahaa ayat 121)

Kemudian Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. (Thaahaa ayat 122)

Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (Thaahaa ayat 123)

Lihatlah keadaan surga yang begitu nyaman pada surat Thaahaa ayat 118-119. Di ayat itu disebutkan bahwa di surga nanti kita tidak akan merasa lapar, haus, kepanasan dan tidak akan telanjang. Apa maksud tidak bertelanjang disini? Kita lihat pada ayat 121 pada surat diatas yaitu ketika nabi Adam dan Siti Hawa memakan buah Kholdi, maka nampaklah aurat keduanya. Maka arti kata "tidak bertelanjang" disini jelas, bahwa disurga nanti tubuh kita akan tertutupi auratnya.

Bahkan di surga pun Allah menutupi aurat manusia. Lalu mengapa kita yang tinggal di muka bumi mengumbar aurat tanpa rasa malu. Padahal kita sudah diperintahkan oleh Allah untuk menutup aurat kita.  Apakah kita masih bisa masuk surga dengan aurat terbuka? Sedangkan para penghuni surga adalah orang-orang yang menutupi auratnya.


Kebiasaan di dunia akan terbawa ke akhirat, itulah kalimat yang tepat menggambarkan keadaan kita nanti. Ketika kita terbiasa menutup aurat kita, maka kita akan berkumpul di lingkungan orang-orang yang auratnya tertutup, yaitu surga. Lalu ketika kita terbiasa dengan aurat terbuka, maka kita akan berkumpul di lingkungan orang-orang yang auratnya terbuka, yaitu neraka.

Terutama yang sering melupakan makna auratnya adalah para lelaki. Banyak sekali lelaki yang cuek bertelanjang dada dan cuek mengenakan celana pendek diatas lutut. padahal itu sudah termasuk mengumbar aurat. Aurat lelaki itu antara pusar hingga lutut. Maka untuk para lelaki hati-hatilah dalam berpakaian.

Aurat wanita itu adalah seluruh tubuhnya kecuali muka, telapak tangan, dan telapak kaki. Tetapi masih banyak saja wanita muslim yang belum menutupi auratnya. Atau sudah menutupi auratnya tetapi masih asal-asalan, contohnya seperti wanita berjilbab tetapi menggunakan baju ketat. Padahal rugi sendiri mengumbar aurat hanya untuk mendapat siksa. Belum lagi dengan dibukanya aurat tersebut bisa meningkatkan kejadian pemerkosaan.

Maka temanku, siapapun kalian baik laki-laki maupun wanita, ayolah kita mulai menutupi aurat kita. Janganlah terpengaruhi "fashion buka-bukaan", toh rugi nantinya, aurat dipamer cuma untuk mendapat siksa. Memulai sesuatu yang baik itu sulit, tetapi jika sudah dijalani Insyaallah diberi kemudahan.



0 Komentar:

Poskan Komentar